Kusambut Ramadhan yang Kurindukan

Bersama Lazada

 

 

Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka. Bulan yang amalan manusia di dalamnya dihitung sepuluh kali lipat ketimbang dari yang dilakukannya pada bulan lainnya. Bulan yang di sepuluh hari terakhirnya, bisa dijumpai satu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan, yakni lailatul qadar.

 

 

 

 

Ramadhan, bulan yang suci itu memang selalu dirindukan oleh semua orang. Tak ubahnya secercah cahaya bintang yang selalu dinanti seorang pelaut ketika hendak pulang ke daratan. Atau juga seorang ibu yang selalu menjadi rumah bagi anak-anaknya yang tinggal di perantauan. Dan sudah pasti, saat menanti dan bertemu dengan yang dirindukannya itu, mereka tentu merasa gembira. Ya, bahagia! Senada dengan apa yang disampaikan Pak Ustadz malam itu, saat membuka kultum selepas tarawih hari pertama.

 

 

 

“Barang siapa berbahagia dengan masuknya bulan Ramadhan,

Allah SWT akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Begitulah kata Pak Ustadz mengutip sebuah hadits. Pak Ustadz juga menjelaskan, bahwa terlepas dari pro kontra derajat hadits tersebut, sudah seharusnya kita sebagai seorang Muslim memang harus bersuka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Ramadhan, bulan ini selalu mengingatkan saya pada sosok Bapak yang telah lebih dulu dipanggil untuk menghadap-Nya. Teringat akan kata-kata Bapak dahulu, ketika saya yang hanya berkaos oblong hendak berangkat sholat tarawih.

“Gunakan baju terbaikmu untuk sholat tarawih..”, pesan Bapak saat itu.

Pesan yang beliau utarakan ketika saya masih duduk di penghujung bangku SD itu selalu teringat hingga kini. Bapak sendiri selalu mencontohkan dengan senantiasa berpakaian terbaik yang beliau punya. Dan ketika saya tanyakan mengapa kita mesti menggunakan baju terbaik untuk sholat tarawih, Bapak menjawabnya dengan sebuah jawaban yang bijak.

“Begini, Nak. Ketika kita diundang oleh pejabat untuk bertemu dengannya, kita tentu merasa gembira. Kita pasti akan mempersiapkan diri dengan baik. Mulai dari mandi, memakai baju yang rapi, memakai parfum, dan lain sebagainya. Persiapan yang kita lakukan tentu akan lebih banyak lagi jika orang yang mengundang kita mempunyai jabatan yang lebih tinggi. Bisa dikatakan, persiapan menghadap Presiden tentu akan lebih rinci jika dibandingkan dengan persiapan menghadap Gubernur, apalagi menghadap Pak Lurah atau Pak RT.

Nah, sholat, termasuk sholat tarawih, itu sebenarnya pertemuan kita dengan Allah SWT. Kita akan bertemu dengan Dzat Pemilik semua yang ada di langit dan di bumi beserta isinya. Dzat yang teramat agung, Dzat yang menyukai keindahan karena Dia sendiri juga Maha indah. Maka, layakkah kita bertemu dengannya menggunakan baju yang buruk? Apalagi hanya dengan kaos oblong? Tentu tidak, kan? Makanya pakailah baju yang terbaik. Kalau ada yang terbaru!”

Saya hanya terdiam sambil mengangguk-anggukkan kepala. Sejak saat itu hingga kini, ketika hendak beribadah, termasuk sholat tarawih, saya selalu berusaha memakai pakaian terbaik yang saya miliki. Sebisa mungkin menghindari memakai kaos oblong ataupun baju yang kotor, karena saya sadar bahwa saya akan bertemu dengan-Nya.

Atas dasar itu pula, maka tidaklah heran jika kita temui di Masjid atau Musholla banyak sekali orang-orang yang berpakaian koko. Pakaian tersebut berbeda sekali dengan pakaian yang biasa mereka gunakan sehari-hari. Saya yakin bahwa pakaian koko tersebut merupakan salah satu pakaian terbaik mereka, karena baju koko biasanya memang mempunyai motif yang bagus.

Selain itu, baju koko juga jarang dipakai kecuali untuk acara tertentu. Sehingga saya juga yakin, bahwa pakaian koko itu memang dipersiapkan sebaik mungkin sebelum dipakai untuk beribadah. Termasuk sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia ketika Ramadhan tiba.

Namun, awal Ramadhan ini, kebahagiaan saya agak ternoda. Tau nggak kenapa? Pasalnya, saat membongkar lemari baju, saya mendapati baju koko yang saya miliki sudah tak seindah dulu. Sudah mulai kusam karena dimakan zaman. Terlihat sarung yang saya milik juga sudah banyak yang berlubang. Pertanda bahwa awal Ramadhan ini adalah saat yang tepat untuk kembali berburu baju koko dan sarung sebagai bekal untuk beribadah.

Dulu, ketika hendak membelikan baju koko dan sarung, Bapak selalu mengajak saya pergi ke pasar yang jaraknya sekitar lima kilo dari rumah. Setibanya di pasar, kami harus berdesak-desakan mengelilingi pasar untuk mencari baju koko dan sarung dengan harga yang relatif terjangkau. Tak jarang, saat-saat seperti itu para pedagangnya menawarkan barang dengan harga yang berlipat-lipat. Sehingga untuk mendapatkan harga yang pas, kadang Bapak harus melakukan tawar-menawar yang cukup memeras keringat.

Tentu berbeda jauh dengan sekarang. Iya kan? Saat ini, untuk mendapatkan baju koko dan sarung tidaklah susah. Cukup duduk manis di rumah, buka laptop ataupun smartphone, kemudian pilah-pilih barang sesuai dengan keinginan. Setelah ketemu, tinggal memesan dan membayarnya. Tak perlu lagi tawar-menawar, karena harganya memang sudah murah dengan berbagai promonya.

Sebagaimana yang saya lakukan di awal Ramadhan tahun ini. Saat mengetahui bahwa baju koko dan sarung sudah minta ganti, saya segera membuka smartphone. Saya katakan dengan sepenuh hati pada makhluk yang serba tau, “Oke Google, di mana aku bisa beli baju koko dan sarung?”

Seperti biasa, tanpa basa-basi, Simbah Google pun langsung menunjukkan deretan daftar e-commerce yang menjual baju koko dan sarung. Bagi sebagian orang, hal ini mungkin akan terasa membingungkan, pada e-commerce mana ia akan mempercayakan transaksinya.

Tapi bagi saya, hal membingungkan itu tidaklah berlaku. Bagi saya, e-commerce yang menghadirkan layanan berbelanja yang mudah dan nyaman, aman dan terpercaya, serta menjamin kualitas dan keaslian produknya itu ya Lazada.

Kenapa mudah dan nyaman? Karena kita tidak perlu harus melalui macet, antrian dan berdesak-desakan untuk membeli sebuah barang. Aktivitas belanja bisa dilakukan melalui komputer maupun smartphone kapan saja dan dimana saja. Dengan layanan pengirimannya yang cepat dan dapat diandalkan, kita hanya perlu duduk santai menunggu paket yang diantarkan ke alamat kita.

Sebagaimana saat membeli baju koko dan sarung kemarin, saya melakukan pemesanannya pada malam hari. Masa ketika sebagian besar pedagang pasar terlelap di rumahnya. Dan benar saja, layanan pengirimannya cepat dan dapat diandalkan. Karena setelah melakukan pembayaran, tak lebih dari tiga hari, baju koko dan sarung yang saya beli sudah sampai ke rumah.

Dari pangalaman berbelanja online di Lazada, saya juga jadi mengerti bahwa Lazada sangat memahami konsumen akan arti pentingnya berbelanja dengan aman pada layanan yang dapat dipercaya. Bahkan, Lazada juga menghadirkan berbagai pilihan metode pembayaran bagi konsumen, termasuk bayar tunai di tempat atau Cash-On-Delivery. Keren kan?

Tak sampai di situ, Lazada juga memastikan kualitas dan keaslian produk yang dijualnya. Semua produk yang kita beli di Lazada dijamin keasliannya, bukan barang ilegal dan bukan barang rusak. Nah, apabila yang terjadi adalah sebaliknya, Lazada juga akan mengembalikan uang belanja kita secara penuh, setelah kita mengembalikan barang yang sudah kita beli dalam jangka waktu 14 hari.

Kini, baju koko dan sarung yang saya beli, sudah siap untuk ikut menemani hari-hari Ramadhan yang penuh berkah. Kebahagian yang sempat sedikit memudar, kini mulai kembali bersinar. Seiring dengan bulan Ramadhan yang terus bergulir memasuki sepuluh hari kedua, hari-hari pengampunan. Terimakasih Lazada, telah menemaniku menyambut Ramadhan yang selalu kurindukan.